Juni 2025

core tax DJP

Transisi ke Sistem Core Tax DJP: Awal yang Sulit, Solusi Sementara, dan Harapan Baru

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperkenalkan Core Tax Administration System (CTAS) mulai 1 Januari 2025 sebagai bagian dari reformasi sistem perpajakan nasional. Sistem ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai proses perpajakan, memanfaatkan NIK sebagai NPWP, dan menciptakan platform yang mendukung efisiensi pelaporan serta transparansi data. A. Gangguan Awal dan Dampaknya Tak lama setelah terluncurkan, sistem Core Tax […]

Transisi ke Sistem Core Tax DJP: Awal yang Sulit, Solusi Sementara, dan Harapan Baru Read More »

pmk 47 tahun 2024

Penguatan Akses DJP Lewat PMK 47/2024: Awal Baru Pengawasan Rekening

Kementerian Keuangan resmi mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 47 Tahun 2024, yang menggantikan aturan sebelumnya (PMK No. 70/2017). Aturan ini memperkuat kewenangan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam mengakses informasi rekening keuangan milik wajib pajak—baik individu maupun badan usaha—yang memiliki saldo minimal Rp 1 miliar. PMK baru ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Automatic Exchange of Information

Penguatan Akses DJP Lewat PMK 47/2024: Awal Baru Pengawasan Rekening Read More »

Global Minimum Tax

Implementasi Pajak Minimum Global: Langkah Strategis Menuju Keadilan Pajak Internasional

Persaingan antarnegara dalam menarik investasi asing kerap menimbulkan praktik perlombaan menurunkan tarif pajak (race to the bottom), yang pada akhirnya merugikan banyak negara berkembang. Untuk mengatasi praktik tersebut, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) bersama negara-negara G20 menginisiasi skema Pajak Minimum Global (Global Minimum Tax/GMT) sebagai bagian dari pilar kedua dalam proyek Base

Implementasi Pajak Minimum Global: Langkah Strategis Menuju Keadilan Pajak Internasional Read More »

Pajak digital

Pengenaan Pajak pada Transaksi Digital dan Ekonomi Kreatif: Tren Terbaru dan Implikasinya

Pesatnya perkembangan ekonomi digital dan industri kreatif di Indonesia mendorong pemerintah untuk menyusun kebijakan perpajakan yang lebih adaptif. Tujuannya adalah menjamin keadilan pajak bagi seluruh pelaku usaha, baik konvensional maupun digital, serta memaksimalkan penerimaan negara dari sektor-sektor yang kini semakin dominan ini. Penerimaan Pajak Digital Terkini Per Februari 2025, penerimaan pajak dari aktivitas digital telah

Pengenaan Pajak pada Transaksi Digital dan Ekonomi Kreatif: Tren Terbaru dan Implikasinya Read More »

Akuntansi Syariah

Akuntansi Syariah untuk Hybrid Contracts: Menjembatani Prinsip Syariah dan Kompleksitas Keuangan Modern

Dalam perkembangan sistem keuangan modern, berbagai instrumen pembiayaan dan investasi kerap memadukan lebih dari satu jenis akad. Fenomena ini dikenal sebagai hybrid contracts atau akad gabungan, yaitu perjanjian yang mengombinasikan dua atau lebih akad dalam satu kesepakatan, seperti murabahah dan ijarah, atau musyarakah dan mudharabah. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam hal pencatatan dan pelaporan

Akuntansi Syariah untuk Hybrid Contracts: Menjembatani Prinsip Syariah dan Kompleksitas Keuangan Modern Read More »

Audit Artificial Intelligence

Audit Etika dan Legalitas Sistem AI: Menjaga Integritas Teknologi Cerdas

Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa manfaat besar dalam berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, keuangan, pendidikan, hingga pemerintahan. Namun, seiring dengan peningkatan pemanfaatannya, muncul pula tantangan serius terkait etika dan legalitas. Untuk itulah audit terhadap sistem Artificial Intelligence, khususnya dalam aspek etika dan hukum, menjadi semakin penting demi memastikan teknologi ini berjalan

Audit Etika dan Legalitas Sistem AI: Menjaga Integritas Teknologi Cerdas Read More »

Blockchain Hukum

Blockchain sebagai Solusi Otomatisasi Proses Hukum yang Transparan dan Efisien

Di tengah perkembangan teknologi digital, blockchain semakin diadopsi di berbagai bidang, termasuk hukum. Karena sifatnya yang transparan, terdesentralisasi, dan sulit diubah, blockchain memiliki potensi besar untuk mengotomatisasi berbagai proses hukum. Teknologi ini mampu mengatasi masalah seperti prosedur birokrasi yang rumit, biaya tinggi, serta ketidakpastian dalam pelaksanaan hukum. Fungsi Blockchain dalam Otomatisasi Proses Hukum Blockchain menyimpan

Blockchain sebagai Solusi Otomatisasi Proses Hukum yang Transparan dan Efisien Read More »

RegTech

RegTech untuk Kepatuhan dan Manajemen Risiko: Solusi Modern di Era Digital

Dalam era digital yang semakin kompleks, kepatuhan terhadap regulasi dan pengelolaan risiko menjadi tantangan besar bagi banyak perusahaan, terutama di sektor keuangan. Untuk menjawab tantangan ini, teknologi regulasi atau Regulatory Technology (RegTech) hadir sebagai solusi inovatif yang menggabungkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI), pembelajaran mesin (machine learning), big data, hingga blockchain untuk mendukung kepatuhan

RegTech untuk Kepatuhan dan Manajemen Risiko: Solusi Modern di Era Digital Read More »

Dunia Usaha dan Profesi Pajak

Sinergi Dunia Usaha dan Profesi Pajak: Kunci Mewujudkan Ekosistem Perpajakan yang Sehat

Di tengah kompleksitas peraturan perpajakan yang terus berkembang, kolaborasi antara dunia usaha dan profesi pajak menjadi sangat krusial. Sinergi ini tidak hanya membantu meningkatkan kepatuhan pajak, tetapi juga menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Dalam menghadapi tantangan global dan tuntutan transparansi, hubungan yang harmonis antara pelaku usaha dan konsultan pajak menjadi kunci strategis dalam membangun

Sinergi Dunia Usaha dan Profesi Pajak: Kunci Mewujudkan Ekosistem Perpajakan yang Sehat Read More »

Pajak Minimum Global

Implementasi Pajak Minimum Global (Pillar 2) di Indonesia: Upaya Menciptakan Sistem Perpajakan yang Lebih Adil

Indonesia telah resmi menerapkan kebijakan Pajak Minimum Global (Global Minimum Tax) sebesar 15% mulai tahun pajak 2025, sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 136 Tahun 2024. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan internasional yang diinisiasi oleh OECD dan G20 melalui Pilar 2 dari proyek Base Erosion and Profit Shifting (BEPS). Tujuan utama kebijakan

Implementasi Pajak Minimum Global (Pillar 2) di Indonesia: Upaya Menciptakan Sistem Perpajakan yang Lebih Adil Read More »

Scroll to Top